28 Juli 2010

JENIS DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA

  1. Macam-Macam Data

Untuk memperoleh data atau informasi dalam studi kasus tentu perlu dilakukan kegiatan pengumpulan data. Data sebagai informasi awal yang dibutuhkan sebagai penunjang studi kasus, untuk itu diperlukan data mengenai klien dalam aspek-aspek:

  1. Latar belakang keluarga: data tentang orang tua, saudara-saudara, taraf sosial ekonomi keluarga, suasana kehidupan keluarga, adat istiadat, dan pola asuh orangtua,

  2. Riwayat sekolah: jenjang pendidikan sekolah yang telah diselesaikan dalam waktu berapa tahun, tamat di mana, tahu berapa, dan kesulitan belajar yang dialami,

  3. Taraf prestasi: dalam bidang-bidang studi yang mempunyai relevansi bagi perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan jabatan kelak,

  4. Taraf kemampuan intelektual atau kemampuan akademik: kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah yang di dalamnya berpikir memegang peranan pokok,

  5. Bakat khusus: kemampuan untuk mencapai prestasi yang tinggi di bidang tertentu.


Minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu; kecenderungan menetap untuk merasa tertarik pada sesuatu. Pengalaman di luar sekolah; kegiatan dalam organisasi muda-mudi dan pengalaman kerja. Ciri-ciri kepribadian yang tidak termasuk ke dalam nomor 4, 5, dan 6 di atas: sifat temperamen, sifat karakter, corak kehidupan emosional, nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi, kadar pergaulan sosial dengan teman-teman sebaya, sikap dalam menghadapi permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan, dan keadaan mental. Kesehatan jasmani: keadaan kesehatan pada umumnya, gangguan pada alat-alat indera, cacat jasmani dan penyakit serius yang pernah diderita.


  1. Metode Pengumpulan Data

Dalam proses pengumpulan data tentu diperlukan sebuah alat atau instrumen pengumpul data. Alat pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alat pengumpul data dengan menggunakan metode tes dan metode nontes.

    1. Pengumpulan Data Dengan Metode Tes

Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Keunggulan metode ini adalah: (1) lebih akurat karena tes berulang-ulang direvisi; dan (2) instrumen penelitian yang obyektif. Sedangkan kelemahan metode ini adalah: (1) hanya mengukur satu aspek data; (2) memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang; dan (3) hanya mengukur keadaan siswa pada saat tes itu dilakukan. Jenis-jenis tes:

  1. Tes Intelegensi

Tes kemampuan intelektual, mengukur taraf kemampuan berpikir, terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapai taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Tes; Intelegence Tes; Academic Ability Tes; Scholastic Aptitude Tes). Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik.

  1. Tes Bakat

Tes kemampuan bakat, mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu, program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu, lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Tes of Specific Ability; Aptitude Tes). Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur intelegensi, hasil belajar, minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar di bidang itu.

  1. Tes Minat

Tes minat, mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Tes of Vocational Interest).

  1. Tes Kepribadian

Tes kepribadian, mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif, seperti sifat karakter, sifat temperamen, corak kehidupan emosional, kesehatan mental, relasi-relasi sosial dengan orang lain, serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Tes Proyektif, meneliti sifat-sifat kepribadian seseorang melalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah, suatu gambar atau suatu kata; angket kepribadian, meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap, bermotivasi atau bereaksi emosional, yang khas untuk orang itu.

Kelemahan Tes Proyektif hanya di administrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya.

  1. Tes Perkembangan Vokasional

Tes vokasional, mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation); dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan ciri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan sosial-ekonomis; dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity).

  1. Tes Hasil Belajar (Achievement Tes)

Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi, jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Tes) ini adalah taraf prestasi dalam belajar.


    1. Pengumpulan Data Dengan Metode Nontes

Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data-data yang dihasilkan dengan menggunakan teknik yang berbeda, berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk nontes.

      1. Observasi

Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Keunggulan metode ini adalah: (1) banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah; (2) banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau mengisi kuesioner; (3) kejadian yang serempak dapat diamati dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer; dan (4) banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian.

Kelemahan metode ini adalah: (1) observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat; (2) kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan; (3) banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi, terutama yang menyangkut kehidupan pribadi yang sangat rahasia; (4) observasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi; dan (5) banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu, sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan.


      1. Catatan Anekdot (Anecdotal Record )

Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian, catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya, bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut. Keuntungan: (1) catatan ini menggambarkan perilaku individu, biasanya dalam berbagai situasi yang berbeda, sehingga dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih besar tentang kepribadian individu tersebut; (2) catatan tentang perilaku yang jelas akan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat mengenai subyek, daripada generalisasi yang tidak jelas, terlalu luas, dan tidak dilengkapi bukti kuat; (3) catatan ini mendorong guru untuk tertarik dan mendapatkan informasi tentang individu; dan (4) catatan ini melengkapi data kuantitatif dan memperkaya penafsiran perilaku.

Kelemahan: (1) catatan ini dapat berguna hanya jika penggambaran pengamatannya akurat dan komprehensif; (2) catatan ini bisa menciptakan masalah serius bagi personel sekolah berkaitan dengan undang-undang yaitu (Undang-Undang dan Privasi Pendidikan Keluarga 1974) yang diciptakan untuk melindungi hak privasi siswa. Pencatatan data tentang orang tua atau anak dapat berdampak sangat berbahaya; (3) beberapa kejadian yang dialami subyek sehari-hari cenderung menjadi bahan observasi dan dicatat. Kejadian ini menimbulkan kesan tentang subyek itu di luar proporsi kepentingannya; (4) pencatatan dan penggambaran perilaku yang tidak representatif mungkin akan mempengaruhi perilaku individu yang lain; dan (5) catatan anekdot banyak memerlukan waktu dalam penulisan dan pemrosesannya. Hal ini jelas menambah beban konselor, guru, dan petugas sekolah.

      1. Catatan Berkala (Incidental Record)

Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus, melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan.

      1. Daftar Chek (Check List )

Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati.

      1. Skala Penilaian (Rating Scale)

Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejala tersebut. Kelebihan skala pengukuran adalah karena merupakan alat perhitungan observasi dan merupakan alat yang bagi pengamat dapat digunakan untuk menilai individu yang sama, dengan demikian akan memperbesar reliabilitas penilaian. Penilaian yang sama dari beberapa penilai, asalkan mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang individu yang sedang dinilai, biasanya hasilnya lebih baik daripada penilaian yang hanya dilakukan satu orang.

Kelemahan: kesalahan bias personal, efek halo, kecenderungan sentral, dan kesalahan logis. Karena skala penilaian telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun, kekurangan itu cukup dikenal oleh mereka yang merancang dan menggunakannya. Namun, jenis-jenis kesalahan itu bisa saja terjadi dengan berbagai bentuk berdasarkan observasi yang dilakukan.

      1. Peralatan Mekanis (Mechanical Device)

Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung, karena sebagian atau seluruh peristiwa di rekan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan.

      1. Angket Tertulis

Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis juga. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan bimbingan, seperti keterangan tentang keluarga, kesehatan jasmani, riwayat pendidikan, pengalaman belajar sekolah dan di rumah, pergaulan sosial, rencana pendidikan lanjutan, kegiatan di luar sekolah, hobi dan mungkin kesukaran yang mungkin dihadapi.

Keunggulan: (1) dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan; dan (2) pengisiannya dapat dilakukan di kelas, siswa dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Kelemahan: (1) siswa tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban terbatas pada hal-hal yang ditanyakan; (2) siswa dapat menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya jika dia menghendaki demikian; dan (3) jawaban hanya mengungkap keadaan siswa pada saat angket diisi.

      1. Wawancara Informasi

Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan siswa. Selama proses wawancara petugas bimbingan mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya.

Keunggulan: (1) diperoleh informasi dalam suasana komunikasi secara langsung, yang memungkinkan siswa selain memberikan data faktual seperti yang ditulis dalam angket, juga mengungkapkan sikap, pikiran, harapan, dan perasaan; (2) rumusan pertanyaan dapat disesuaikan dengan daya tangkap siswa; (3) dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitif, seperti suasana keluarga, corak pergaulan dengan saudara kandung dan teman sebaya, dan penggunaan bahan narkotika.

Interview penting untuk memperoleh informasi, tidak hanya mengenai item-item yang faktual seperti yang biasa tercakup pada kuesioner pengumpul data siswa, namun juga mengenai sikap, ambisi dan hal afektif lain yang menyusun studi kasus ini. Fact-Finding interview dapat digunakan karena data sebelumnya tidak jelas atau karena perasaan yang mendasari perlu ditemukan dan dipahami. Kelemahan: (1) memerlukan banyak waktu bagi petugas bimbingan; (2) siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan; (3) petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang sugestif; (4) pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas kepolisian.

Interview mungkin mengubah informasi mengenai interview mereka sendiri, reaksi mereka, dan pengalaman mereka. Interview dapat menjadikan sumber kesalahan. Mereka dapat mencatat informasi karena “pendengaran yang selektif”. Mungkin mereka hanya gagal mendengarkan pernyataan interviewee yang bertentangan dengan opini,reaksi, sikap atau ide tentang situasi mereka sendiri.

      1. Otobiografi

Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya di masa lampau atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja. Keunggulan: (1) di samping menceritakan kejadian-kejadian di masa lalu terungkap pula pikiran dan perasaan subjektif tentang kejadian tersebut; (2) menolong konselor memahami kehidupan batin siswa dan membantu siswa menyadari garis besar riwayat perkembangannya sampai sekarang; (3) berunsur subyektifitas sehingga siswa menggambarkan dunia ini, dilihat dari sudut pandang sendiri (internal frame of reference).

Kelemahan: (1) unsur subyektifitas juga menimbulkan kesulitan bagi interpretasi, karena siswa cenderung melebihkan-lebihkan kebaikan atau kelemahan sendiri dan menilai peranan orang lain secara berat sebelah; dan (2) memerlukan waktu yang lama,

      1. Sosiometri

Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan sosial dalam suatu kelompok, yang berukuran kecil antara 10-50 orang, data diambil berdasarkan preferensi pribadi antara anggota kelompok. Keunggulan: memberikan informasi obyektif mengenai fungsi-fungsi individu dalam kelompoknya, di mana informasi ini tidak dapat diperoleh dari sumber yang lain. Kelemahan: perlu diketahui bahwa tes sosiometri, tidak memberikan jawaban yang pasti. Tes ini hanya bisa memberikan indikasi struktur sosial atau petunjuk bagi peneliti tentang individu pada periode tertentu. Seluruh teori sosiometri atau postulatnya belum dites dan dikembangkan sampai pada tingkat yang tak tersangkal kebenarannya. Siswa cenderung memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil dalam melakukan kegiatan (sosiogroup) melainkan atas dasar simpati dan antipati (psychogroup).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar