08 Februari 2010

Resume Pengembangan Program dan Evaluasi Supervisi Pengajaran

SUPERVISION AND PROGRAM EVALUATION


Evaluasi terhadap supervisi pengajaran perlu dilakukan agar diketahui supervisi pengajaran yang dilaksanakan telah mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Evaluasi menekankan pada aspek 1) apa yang salah dengan sekolah? 2) mengapa nilai tes menurun? 3) mengapa sekolah tidak efektif dalam mengendalikan kenakalan siswa? 4) pertanggungjawaban sekolah kepada donatur atas uang yang dibelanjakan, 5) informasi yang lebih banyak tentang program dan strategi pengajaran yang efektif,dan 6) mengembangkan instrumen evaluasi dan prosedur yang efektif untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.

Adapun pihak yang dapat melakukan evaluasi adalah 1) para profesional pendidikan, 2) personil internal badan pemerintah, 3) ahli evaluasi dari perguruan tinggi, 4) guru dan administrator, 5) evaluator dari internal atau pun eksternal sekolah, dan 6) supervisor. Kriteria untuk mengevaluasi kualitas kegiatan evaluasi adalah 1) kualitas 1 holisme, evaluasi harus menghindari distorsi realita yang sedang dievaluasi, 2) kualitas 2 bantuan yang mengarah pada perbaikan program, 3) kualitas 3, penerimaan data lunak (software) dan keras (hardware), 4) kualitas 4 kerentanan evaluasi, terdapat diskusi saling bertukar pendapat (hearing) dan diskusi antara evaluator dan yang dievaluasi, dan 5) kualitas 5 visi ke depan, tujuan evaluasi perbaikan sehingga evaluator harus mampu membuka pandangan atas konteks yang berorientasi masa depan.

Bidang evaluasi di sini berkaitan dengan 1) evaluasi terhadap pelaksanaan supervisi pengajaran, 2) evaluasi terhadap guru yang disupervisi, dan 3) evaluasi terhadap prestasi belajar siswa setelah gurunya mendapatkan supervisi. Secara umum evaluasi terhadap pelaksanaan supervisi pengajaran berhubungan dengan pelaksanaan teori supervisi yang mencakup perencanaan supervisi, pendekatan dan pandangan yang digunakan, pelaksanaan supervisi terhadap kemampuan mengajar guru, dan pelaksanaan supervisi terhadap kepuasan dan disiplin kerja guru.

Evaluasi terhadap guru yang disupervisi dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kemampuan, keterampilan, kepuasan, dan disiplin kerja guru sebelum dan sesudah mendapatkan supervisi. Perilaku belajar siswa juga dipengaruhi oleh perilaku mengajar guru, sedangkan perilaku mengajar guru dipengaruhi perilaku supervisor. Disimpulkan supervisi pengajaran memberikan kontribusi bagi kemampuan mengajar guru dan hasil belajar siswa.

THEORY OF PRACTICE IN THE SUPERVISION

AND EVALUATION OF TEACHING


Praktik supervisi esensialnya pemberian bantuan dan meningkatkan kualitas pengajaran guru agar dapat memenuhi atau melampaui standar. Mengajar dan supervisi merupakan karakter yang tidak terpisahkan dalam ilmu pendidikan. Hal ini memiliki konsekuensi dilakukannya kegiatan pengukuran, penilaian, dan evaluasi secara komprehensif terhadap guru, dengan pandangan bahwa tujuan penting evaluasi adalah bukan membuktikan tetapi untuk memperbaiki.

Supervisi dan evaluasi pengajaran memiliki makna bahwa pengajaran yang dilakukan guru memiliki kontribusi terhadap pemahaman outcome (siswa), format pengembangan kurikulum, dan merupakan rangkaian keseluruhan dari pengajaran. Kelas sebagai sistem sosial, terdapat komponen yang bersifat independen, berdasarkan aspek kajian teori sosial, struktur, dan teknologi. Komponen sistem tersebut saling berinteraksi yang memiliki multimakna dan domain. Bidang penyelidikan (domain of inquiry) dalam supervisi dan evaluasi pengajaran diilustrasikan pada Gambar 1.



Intended meanings

Observed events

Common meanings

Interobjective meanings

Educational platform

Stated intents

Intents observed

Culturally interpreted intents

Subjectively interpreted intents

Social structure

Relationships desired

Actual relationships

Culturally interpreted relationships

Subjectively interpreted relationships

Educational activity

Developed plans

Activity observed

Culturally interpreted activity

Subjectively interpreted activity


What ought to be? (espoused theories)

What is? (brute data)

What do “is” and “ought” mean? (sense data)


Gambar 1 Bidang Penyelidikan dalam Supervisi dan Evaluasi Pengajaran


Penerapan cara penyelidikan (modes of inquiry) memiliki tujuan, yakni 1) discovery, adanya masalah, dianalisa, dan identifikasi model pengajaran, sehingga dapat menemukan hal baru, 2) verification, metode penelitian mendukung untuk mencari derajat kebenaran kegiatan, 3) explanation, memberikan penjelasan masalah dan mengenai hubungan kausal antarvariabel, 4) interpretation, dilakukan untuk mencari makna dalam setiap kegiatan pengajaran, dan 5) evaluation, secara normatif mencari nilai dan pernyataan tentang kegiatan, keefektifan, dan kontribusi dalam penyelesaian masalah.

SYSTEMS FOR OPERATIONALIZING SUPERVISION PROGRAMS


Proses pelaksanaan kerja supervisi di sekolah menyangkut kegiatan pengembangan kurikulum, pengembangan bahan ajar, pembinaan staf sekolah, pelayanan pendidikan, dan evaluasi. Sistem pelaksanaan supervisi sekolah memiliki dimensi, yakni input, proses, dan output (produk). Input mencakup tujuan, klien, staf, waktu, dan bahan. Proses mencakup kegiatan pelatihan, penjadwalan ulang, dan bahan. Produk mencakup meningkat frekuensi praktik dalam menetapkan sasaran hasil, meningkat kualitas praktik, dan meningkat jenis praktik.

Secara sederhana sistem diilustrasikan seperti pada Gambar 2.


Gambar 2 Ilustrasi Sistem


Strategi secara umum dapat di adaptasi dari berbagai jenis pengarahan masalah sekolah dalam menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Terdapat tiga macam strategi yang dapat diterapkan, yakni 1) memproses informasi dan melakukan umpan balik, 2) sosialisasi inovasi, dan 3) pengembangan organisasi. Prinsip dari pengembangan organisasi yang diterpakan di sekolah adalah 1) unit perubahan adalah sebuah organisasi yang mempunyai dasar dan bertanggung jawab untuk organisasi, unit pengembangan organisasi menyusun struktur dan tujuan organisasi, 2) puncak manajemen secara aktif terlibat dalam pembuatan keputusan sebagai upaya melakukan perubahan kinerja guru dan staf, 3) menggerakkan dan melibatkan seluruh personalia sekolah, dan 4) melakukan pelatihan agar personil dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya.

PROGRAM IMPLEMENTATION STRATEGIES


Strategi digunakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Kemampuan untuk memikirkan dan merencanakan strategi dengan tujuan meningkatkan daya pikir secara praktik. Secara umum terdapat empat pendekatan strategi dalam program sekolah, yakni 1) individual change (perubahan individu), 2) techno-structure change (perubahan struktur dan teknologi), 3) survey feedback (survei dampak timbal baik), dan 4) organizational development (pengembangan organisasi).

Desain pelatihan dikembangkan, diuji, dan dipublikasikan sehingga dapat menjadi standar dalam kegiatan. Desain pelatihan memiliki potensi dalam meningkatkan pengajaran, sehingga desain program harus sesuai dengan tujuan, implementasi, dan sumber daya yang ada. Desain program yang dirancang guru bertujuan untuk: 1) menginformasikan perkembangan kegiatan pengajaran, 2) agar guru dapat nyaman melakukan tugas pengajaran, dan 3) meningkatkan keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran. Praktik yang ideal dalam strategi mengimplementasikan program, yakni 1) observing and analizing teaching (pengamatan dan analisa mengajar), 2) demonstration (demonstrasi), dan 3) classroom experiences (pengalaman di kelas).

Pengamatan dan analisa mengajar dilaksanakan dengan guru secara langsung mengajar dengan menggunakan media, diskusi kelompok, dan konseling klinis. Alur strategi yang dikembangkan adalah teach-observe-analize-discuss-interpretate (mengajar, mengamati, menganalisa, berdiskusi, dan interpretasi). Demonstrasi mengajar guru di dalam kelas merupakan konsekuensi dari tujuan pelayanan pengajaran. Demonstrasi memiliki makna bahwa perencanaan pengajaran bertujuan fokus pada aktivitas pengembangan secara maksimal bagi siswa. Pengalaman di kelas berhubungan dengan perilaku siswa dan guru dalam kegiatan pengajaran. Perilaku ini dijadikan dasar dalam menggunakan pendekatan metode pengajaran bagi guru.

Strategi pengembangan organisasi (organizational development) menekankan pada pengembangan posisi, peran, dan tanggung jawab setiap personil yang ada di sekolah. Pengembangan organisasi terfokus pada perilaku, nilai, dan praktik yang dapat diterima oleh semua anggota organisasi. Quality control circle (kelompok kendali mutu) menggunakan pendekatan manajemen partisipatif dengan memperhatikan motivasi personil, analisa data, dan penyelesaian masalah (problem solving).

EVALUATION OF INSTRUCTIONAL PROGRAMS


Evaluasi program pengajaran adalah serangkaian proses daripada satu tindakan dan pemberian estimasi terhadap pelaksanaan pengajaran untuk menentukan keefektifan dan kemajuan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Tujuh proses evaluasi yakni 1) specifying criteria (menetapkan kriteria), 2) instrumentation (instrumentasi), 3) data gathering (pengumpulan data), 4) analysis data (analisis data), 5) interpretation of findings (interpretasi temuan), 6) valuing (penilaian), dan 7) decision making (pengambilan keputusan).

Model evaluasi yang populer dan banyak dipakai sebagai strategi atau pedoman kerja dalam pelaksanaan evaluasi program pengajaran adalah Model CIPP (Context, Input, Prosess, and Product) yang dikemukakan oleh Stufflebeam. Konsep tersebut ditawarkan Stufflebeam dengan pandangan bahwa tujuan penting evaluasi adalah bukan membuktikan tetapi untuk memperbaiki.

Dimensi CIPP tersebut memiliki makna: 1) context, situasi atau latar belakang yang mempengaruhi jenis-jenis tujuan dan strategi pendidikan yang akan dikembangkan dalam sistem yang bersangkutan, situasi ini merupakan faktor eksternal, seperti misalnya masalah pendidikan yang dirasakan, keadaan ekonomi negara, dan pandangan hidup masyarakat, 2) input, sarana dan rencana strategi yang ditetapkan untuk mencapai tujuan pendidikan, komponen input meliputi siswa, guru, desain, saran, dan fasilitas, 3) process, pelaksanaan strategi dan penggunaan sarana di dalam kegiatan nyata di lapangan, komponen proses meliputi kegiatan pengajaran, pembimbingan, dan pelatihan, dan 4) product, hasil yang dicapai baik selama maupun pada akhir pengembangan sistem pendidikan yang bersangkutan, komponen produk meliputi pengetahuan, kemampuan, dan sikap (siswa dan lulusan).

Memperoleh gambaran yang komprehensif tentang efektivitas program pengajaran, terdapat tiga komponen yang perlu dijadikan obyek evaluasi, yaitu 1) desain program pengajaran, 2) implementasi program pengajaran, dan 3) hasil program pengajaran yang dicapai. Mengevaluasi keberhasilan program pengajaran tidak cukup hanya dengan mengadakan penilaian terhadap hasil belajar siswa sebagai produk dari sebuah proses pengajaran. Kualitas suatu produk pengajaran tidak terlepas dari kualitas proses pengajaran itu sendiri. Evaluasi difokuskan pada proses perbaikan daripada pertanggungjawaban untuk produk akhir.

EVALUATION PROGRAM AND PERSONIL


Efektivitas supervisi dapat dicapai dengan menggunakan perencanaan prosedur evaluasi yang baik. Evaluasi program pendidikan sekolah dilakukan secara komprehensif yang memiliki kegiatan pengembangan kurikulum, pemilihan buku teks dan bahan pengajaran, dan pengukuran kemajuan belajar siswa. Evaluasi proses pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi menekankan pada pengembangan diri.

Evaluasi program kurikulum terfokus pada empat aspek, yakni 1) tujuan program, 2) pemilihan alternatif program yang dilaksanakan, 3) pemilihan alternatif perencanaan dalam mengimplementasikan program, dan 4) pemilihan program. Evaluasi terhadap program berkaitan dengan 1) evaluasi buku teks, 2) evaluasi kemajuan belajar siswa, dan 3) ujian kompetensi.

Evaluasi kinerja (performance) personil sekolah merupakan komponen dalam evaluasi supervisi. Evaluasi kinerja guru menekankan pada aspek pengelolaan pengajaran dan implementasi strategi pengajaran. Kriteria mengajar bagi guru yang unggul yakni 1) dinamis, energik, dan tegas, 2) kreatif bertanya, agar siswa dapat merespons, 3) memiliki keterampilan berkomunikasi, 4) sebagai contoh dalam berperilaku dan nilai sosial, dan 5) sebagai model pemikir rasional, pengambil keputusan, dan penyelesai masalah baik saat di dalam dan di luar kegiatan pengajaran.

Evaluasi kinerja supervisor dapat dilakukan dengan metode, yakni self evaluation (evaluasi diri sendiri) dan management by ojectives/MBO (manajemen berdasarkan sasaran). Komponen yang dipertanyakan dalam self evaluation adalah 1) penjadwalan kegiatan setiap minggu, 2) fleksibelitas, 3) sikap dari hasil perencanaan dalam membina guru, 4) pemeriksaan kegiatan, 5) sikap terhadap kritik, 6) dapat menempatkan posisi pada posisi orang lain, 7) usaha mempelajari riwayat permasalahan guru, 8) intensitas berkonsultasi dengan kolega, dan 9) tingkat komitmen dalam bekerja.

MBO yang baik memiliki karakteristik yaitu 1) jelas, ringkas, dan dapat dipahami, 2) berorientasi pada kinerja, 3) hasil dan outcomes dapat diukur, 4) adanya kemungkinan tantangan dan motivasi, dan 5) realistis dan dapat menghasilkan. Idealnya MBO diwacanakan bertahap dari tiap individu supervisor, didiskusikan, dan dijadikan keputusan (disetujui) sebagai budaya mutu. Disimpulkan evaluasi program dan personil bertujuan mengembangkan kinerja guru dan supervisor sebaya upaya peningkatan mutu pendidikan.

ORGANIZATIONAL ARRANGEMENTS

EMPLOYED IN SUPERVISORY PROGRAMS


Pengembangan supervisi pada hakikatnya berpusat untuk perbaikan pengajaran. Sistem desentralisasi memungkinkan supervisor dapat leluasa dan bertanggung jawab dalam perbaikan situasi pengajaran di sekolah. Supervisor berperan sebagai motivator, pemimpin yang bijaksana, dan dapat membantu peran kepala sekolah. Tipe organisasi supervisor merupakan sistem jaringan kerja sama supervisor dan asisten supervisor dengan guru bidang studi. Elemen tersebut saling pengaruh-memengaruhi satu sama lainnya, sehingga situasi pengajaran secara tidak langsung juga dipengaruhi.

Organisasi supervisor dikembangkan dengan memperhatikan para pejabat (gubernur), departemen pendidikan, departemen keuangan, masyarakat, kepala sekolah, dewan pendidikan, komite sekolah, guru, dan siswa. Sistem pelaksanaan supervisi memperhatikan aspek, yakni 1) kebijakan dari lembaga pengembang kurikulum, 2) layanan supervisi yang diberikan oleh supervisor, dan 3) menekankan pada pelatihan dan pertumbuhan staf sekolah. Pola hubungan (sirkulasi) antara staf, guru, kepala sekolah, supervisor, asisten supervisor, dan dewan sekolah digambarkan secara jelas.

Pengembang bidang studi memiliki tugas dalam pengembangan kurikulum sekolah, evaluasi bahan dan materi pengajaran, dan perkembangan jabatan, penelitian dan pengembangan sekolah. Bagian pelayanan sekolah memuliki tugas pemeliharaan sarana dan prasarana, pengadaan transportasi, kafetaria, dan pengembangan gedung baru. Bagian kesiswaan memiliki tugas melaksanakan konsensus siswa, pengontrol kehadiran dan ketidakhadiran siswa, pelayanan siswa berkebutuhan khusus, dan menyiapkan siswa memasuki dunia kerja.

Organisasi supervisor (kepengawasan) dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sekolah khususnya dalam bidang pengajaran. Sekolah berupaya mengombinasikan supervisi, pelayanan supervisor, pengembang kurikulum. Pengembang kurikulum harus profesional, ahli kurikulum, terlatih, dilatih, berpengalaman, dan menyadari akan perlunya sumber daya dan bahan yang harus digunakan secara efektif dalam pelaksanaan pengajaran secara modern. Sekolah memiliki tanggung jawab mengembangkan kurikulumnya sendiri. Organisasi supervisor (kepengawasan) menekankan pada fungsi dalam membina dan membantu staf dan guru dalam menyelesaikan masalah.

HOW TO ORGANIZE AND IMPLEMENT

A SUPERVISORY PROGRAMS


Sejak penyelenggaraan supervisi, faktor situasi merupakan unsur yang memengaruhi program supervisi. Peran supervisor sebagai pengarah dalam pelaksanaan pengajaran. Formula agar program supervisi dapat dilaksanakan dengan sukses, perlu adanya perencanaan yang matang oleh supervisor. Formula dan menyampaikan formula tersebut kepada guru, dalam bentuk ringkasan, sehingga guru dapat membaca maksud program yang akan dilaksanakan.

Sebelum merencanakan program, supervisor melakukan pengkajian terhadap masalah pengajaran agar program akurat membantu guru, hal ini mencakup: 1) mengidentifikasi pekerjaan dan masalah, 2) mendengarkan dan menyambut terbuka saran aktivitas program, 3) mengkaji fakta dan perhatian terhadap guru, 4) melakukan dengan prinsip kooperatif, 5) kooperatif dengan senior, dan 6) menghadiri semua pertemuan (meetings) kelompok baru.

Supervisor dalam suatu waktu akan berkomunikasi dengan masyarakat. Masyarakat menanyakan kinerja, kebutuhan, dan kegiatan sekolah. Informasi dari supervisor tersebut dapat dijadikan acuan masyarakat yang memiliki keinginan membantu penyelenggaraan pendidikan sekolah. Program supervisor yang disusun memiliki landasan, yakni 1) pemahaman yang benar terhadap situasi sekolah, 2) pengetahuan tentang pengembangan dan memahami masalah tiap personalia sekolah, 3) penguasaan teks dan bahan pengajaran yang diperlukan sekolah, dan 4) dapat memperoleh pengetahuan pekerjaan yang baik dalam masyarakat, personalia, dan sumber daya lain dalam pengajaran.

Indikator yang signifikan dalam mengkaji mengenai kepemimpinan supervisor adalah 1) efektivitas kepemimpinan dalam membantu menyelesaikan masalah pengajaran guru, 2) memahami situasi/lingkungan kerja kelompok guru, 3) teknik komunikasi, 4) penerapan sikap dan nilai, dan 5) menampilkan faktor intelegensi. Supervisi bukan tanggung jawab mutlak pribadi supervisor, melainkan merupakan karya dan tanggung jawab bersama, sehingga implementasi program supervisi dilaksanakan dengan prinsip kooperatif. Langkah-langkah dalam implementasi program supervisi yaitu merumuskan tujuan, menentukan instrumen evaluasi, menyusun instrumen evaluasi, menggunakan instrumen, mengolah data hasil pengumpulan, menyimpulkan hasil evaluasi, dan terakhir adalah follow up.

EVALUATION FOR EFFECTIVENESS


Evaluasi adalah keterampilan bidang utama dalam supervisi sekolah. Secara umum supervisor terlibat dalam empat kegiatan, yakni: 1) programs, mengkaji kembali desain program sekolah mencakup pemenuhan program, konseptual dan struktur, dan sasaran perencanaan, 2) processes, mengkaji teknik operasional dengan memprediksi keefektifan dan efisiensi organisasi, 3) products, meringkas kinerja program sekolah ke dalam terminologi harapan dan kontribusi, dan 4) personnel, menganalisa kontribusi tiap orang dalam implementasi perencanaan program sekolah.

Adanya evaluasi program sekolah memberikan kontribusi bagi proses pengambilan keputusan. Penelitian merupakan dasar evaluasi yang memiliki kemampuan memvalidasi, terkait dengan prinsip dasar proses penemuan (discovery) dalam pendidikan. Perbedaan efektif dan inefektif pengajaran guru seperti pada Tabel 1.


Tabel 1 Karakter Perilaku Efektif dan Inefektif Guru

Guru Efektif

Guru Inefektif

  1. Perbaikan pengajaran

Lingkungan

Sedikit penyimpangan

Sedikit guru yang suka marah

Sedikit kecaman

Sedikit waktu yang terbuang dalam pengelolaan kelas

Banyak pujian, motivasi positif



Banyak penyimpangan

Banyak guru yang suka marah

Banyak kecaman

Banyak waktu yang terbuang dalam pengelolaan kelas

Sedikit pujian, interaksi (memengaruhi) positif

  1. Penggunaan waktu oleh personalia

Banyak waktu yang digunakan untuk aktivitas akademik

Banyak waktu bekerja dengan kelompok atau seluruh kelas

Sedikit waktu bekerja dengan kelompok kecil

Tiap orang dalam kelompok kecil dapat bekerja independen

Sedikit duduk dalam ruang kerja


Sedikit waktu yang digunakan untuk aktivitas akademik

Sedikit waktu bekerja dengan kelompok atau seluruh kelas

Banyak waktu bekerja dengan kelompok kecil

Tiap orang dalam kelompok kecil tidak dapat bekerja independen

Banyak duduk dalam ruang kerja

  1. Kualitas pengajaran

Banyak pertanyaan pada level bawah

Sedikit pertanyaan pada level tinggi/puncak

Sedikit orang yang memprakarsai bertanya dan berpendapat

Sedikit balikan atas pertanyaan orang

Banyak perhatian kepada orang ketika bekerja secara independen


Sedikit pertanyaan pada level bawah

Banyak pertanyaan pada level tinggi/puncak

Banyak orang yang memprakarsai bertanya dan berpendapat

Banyak balikan atas pertanyaan orang

Sedikit perhatian kepada orang ketika bekerja secara independen



ORGANIZING THE SUPERVISORY PROGRAM


Supervisi sekolah dalam organisasi modern bertujuan memperbaiki proses pengajaran guru secara total. Fokus dari supervisi adalah situasi pengajaran, dengan memperhatikan keadaan kelompok dan individu siswa secara bagian dari proses supervisi yang kompleks. Pendekatan dalam pengorganisasi program supervisi adalah mencakup alur perencanaan, koordinasi, dan stimulus.

Organisasi supervisi dapat juga menggunakan paradigma vertikal dan horizontal. Organisasi vertikal, supervisor bertindak sebagai pengamat situasi pengajaran, dan memungkinkan terjadinya kesatuan persepsi, koordinasi, integrasi, dan artikulasi terhadap bahan dan metode. Organisasi horizontal, terdapat level dalam berkoordinasi dan integrasi. Model dualistik lini organisasi supervisi digambar pada Gambar 3.

Gambar 3 Model Dualistik Lini Organisasi Supervisi

Sistem komunikasi organisasi dibangun untuk menghubungkan (interface) antarkomponen organisasi. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi salah persepsi yang dapat mengakibatkan terjadinya konflik organisasi yang tidak sehat. Supervisi berdasarkan pandangan hubungan interaksionis cenderung mendorong terjadinya konflik. Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, karena itu keberadaan konflik harus diterima dan dirasionalisasikan sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi peningkatan kinerja organisasi.

HOW TO MAKE EFFECTIVE DECISIONS

AND EVALUATE A SUPERVISORY PROGRAM


Supervisi efektif adalah yang dilakukan secara kontinu dalam mengurangi perbedaan (kesenjangan) antara program supervisi dan pelaksanaan kegiatan supervisi yang bersifat bias. Prinsip evaluasi program supervisi yaitu 1) sebagai aktivitas kooperatif, 2) supervisi sebagai upaya menyelesaikan masalah guru, 3) bersifat fundamental, 4) kontinu, 5) memperbaiki proses pengajaran, 6) evaluasi sasaran (perbaikan pengajaran), 7) mendukung perbaikan program sekolah, 8) membentuk hubungan yang harmonis, 9) menggunakan data dan interpretasi data, 10) mempertimbangkan situasi belajar, dan 11) balikan tindak lanjut obyek evaluasi.

Terdapat tiga unsur agar pembuatan keputusan bersifat lengkap dan menyeluruh, yakni 1) masalah dapat dirasakan dan dianalisa, 2) mengidentifikasi permasalahan, menemukan masalah yang sebenarnya, identifikasi alternatif penyelesaian, dan menentukan sumber informasi, dan 3) menentukan alternatif untuk menyelesaikan masalah. Sehingga dalam setiap pembuatan keputusan harus memperhatikan efektivitas, efisiensi, dan dapat dikerjakan dengan mudah (feasibility).

Proses menganalisa data dapat dilakukan dengan bantuan program komputer, sehingga lebih cepat dapat dijadikan acuan dalam penarikan kesimpulan. Sekolah dapat mengembangkan sebuah network untuk mendukung penggunaan program komputer. Berkaitan dengan evaluasi program supervisi, secara normatif terdapat sepuluh unsur survei, yakni 1) penyiapan pernyataan dari obyek supervisi, 2) menentukan sampel, 3) menentukan sifat dan jenis data yang akan dikumpulkan, 4) menentukan teknik pengumpulan data, 5) membuat batasan masalah, 6) menentukan metode, 7) membuat perlakuan (treatment) bagi sampel, 8) melakukan studi lapangan, 9) menganalisa data dan menarik kesimpulan, dan 10) membuat laporan survei.

Kriteria supervisi efektif adalah 1) meningkatkan pemahaman siswa dalam pengajaran, 2) meningkatkan pengetahuan, penilaian, perbaikan, pertumbuhan intelektual, dan nilai sosial siswa, 3) meningkatkan kemampuan perencanaan pengajaran, materi, dan kemampuan berpikir guru, 4) meningkatkan pemahaman guru tentang metode baru dan dapat mengembangkannya, 5) meningkatkan pelayanan konseling siswa, dan 6) dapat menyeimbangkan kurikulum nasional dan lokal dengan kebutuhan siswa.

IMPROVING INSTRUCTIONAL SUPERVISION


Supervisor memiliki tanggung jawab membantu guru dengan proses perencanaan, memilih strategi dan sumber daya, dan mengevaluasi. Tanggung jawab supervisor menyangkut peran yang mencakup: ahli pengajaran, ahli kurikulum, komunikator, organisator, tuan guru (master teacher), pemimpin kelompok, evaluator, simulator, koordinator, konsultan, public relation person, peneliti, dan agen perubahan.

Supervisor dapat melakukan tiga langkah dalam membantu perbaikan pengajaran, yakni 1) mengevaluasi bidang administratif, 2) mengevaluasi kinerja (performance) guru, dan 3) melakukan survei berkaitan dengan persepsi guru tentang pekerjaannya. Secara terminologi evaluasi program supervisi dapat dilakukan dengan cara: 1) evaluation by objectives dan 2) evaluative questioning. Evaluasi berdasarkan sasaran (evaluation by objectives) menekankan pada spesifikasi pengajaran dengan tujuan pada peningkatan prestasi siswa. Evaluasi dengan menggunakan pertanyaan (evaluative questioning) dikembangkan dari hasil peningkatan prestasi siswa. Evaluasi ini bermanfaat dalam mengidentifikasi kebutuhan siswa yang sebenarnya dalam pengajaran.

Upaya peningkatan kualitas pengajaran guru di kelas dilakukan secara kontinu. Langkah-langkah yang direkomendasikan mencakup: 1) menetapkan cara identifikasi dan pengembangannya, 2) melakukan pengukuran, dan 3) melakukan pengamatan dan menguji kompetensi guru. Ketiga hal tersebut dirancang untuk membantu guru dalam mencapai sasaran pengajaran dengan sukses. Peningkatan kualitas pengajaran guru mutlak dilakukan secara kontinu.

Konsistensi supervisor dalam melakukan self evaluation berkenaan dengan upaya membantu guru, merupakan hal yang perlu dilakukan. Program supervisi dikembangkan dengan mengkaji kebutuhan guru yang sebenarnya. Tujuan pengajaran bukan sekedar rumusan kalimat tetapi dapat menjawab permasalahan pokok yang terkait dengan konsep ideal yang menjadi tujuan dan pandangan hidup masyarakat.

Guru terkadang dalam proses pengajaran tidak memiliki tujuan yang jelas, mengajar berdasarkan buku paket, dan mungkin tujuan hanya satu domain (kognitif). Dihadapkan pada guru yang demikian, jelas mereka memerlukan bantuan supervisor dalam memperbaiki kualitas pengajarannya. Sehingga esensi kegiatan supervisi akan tercapai manakala terjadi peningkatan kualitas pengajaran yang dilakukan secara kontinu (berkelanjutan).

2 komentar:

  1. terima kasih atas ilmunya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. terima kasih atas ilmunya, sangat bermanfaat

    BalasHapus