28 Februari 2010

SAYANG-SAYANG

Sayang-sayang kita tidak tahu ke mana pergi

Tak sanggup kita dengarkan suara yang sejati

Langkah kita mengabdi pada nafsu sendiri

Yang bisa kita pandang hanya kepentingan sendiri


Sayang-sayang orang pintar tak mau ngaji

Kepala tengadah merasa benar sendiri

Semua dituding-tuding dan dicaci maki

Yang lainnya salah hanya ia yang suci


Sayang-sayang orang hebat tinggi hati

Ngomong demokrasi pidato berapi-api

Ternyata karena menginginkan kursi

Sementara rakyat kerepotan mencari nasi


Loyang disangka emas, emasnya dibuang-buang

Kita makin buta mana utara mana selatan

Yang kecil dibesar, yang besar diremehkan

Yang penting disepelekan, yang sepele diutamakan


Allah Allah Allah betapa busuk hidup kami

Dan masih terus akan lebih membusuk lagi

Betapa gelapnya hari di depan kami

Mohon ayomilah kami yang kecil ini


Emha Ainun Najib

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar