18 Juni 2009

Melangkah dengan Satu Kaki

Dalam hidup ini kita selalu bergelut dengan segala macam keinginan,dan oleh karena itu banayk orang berbondong-bondong lalu belajar bisa laku, banyak uang.

Ada yang lalu belajar bagaimana caranya supaya efektif? Lalu belajar Mestakung. Profesor Fisika mempelajari Mestakung. Semesta Mendukung.

Kita terus belajar, bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, lewat perusahaan, lewat organisasi, lewat segala macam cara.

Dan kita lalu berpikir, bagaimana semua itu bisa terkendali? Bagaimana caranya mengendalikan hidup?

Sedangkan kita berpikir mencari lowongan kerja saja sungguh sulit. sungguh langka.
Sesungguhnya, banyak orang berjalan, berusaha, bekerja secara sendirian. Mandiri, berusaha independent, dan sering lupa,Bahwa hidup ini bukan untuk kita.

Mana mungkin kita membuat semua orang menuruti kita? membuat semua orang antri kepada kita? mana mungkin? Kita bukannya keponakannya Nabi Yusuf.

Bila anda berusaha sendiri, berkerja secara sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, maka sesungguhnya anda berjalan seperti dengan satu kaki.

Melangkah dengan satu kaki, dan anda sering tertatih-tatih, jatuh ...

Namun bila anda berbuat demi orang lain, untuk orang lain, maka anda mulai bisa melangkah dengan dua kaki. Satu langkah untuk menyiapkan demi langkah kedua, demikian selanjutnya, maka anda mampu menapaki kehidupan.

Melangkah dengan pasti, mendapat dukungan semua orang.
Hidup adalah untuk dimengerti, dipelajari, bukan ditaklukkan, bukan dikuasai, bukan dikalahkan.

Bila anda mengalami PHK, dan menganggap dunia kiamat, peliharalah seekor kucing, perhatikan kucing itu, berikan kasih sayang, berikan kehidupan, berikan makanan, maka kucing itupun akan memberi kehidupan kepada anda.

Apalagi kalau anda memberikan hidup anda kepada orang lain .... maka anda akan memperoleh hadiah terbesar dalam hidup, yaitu indahnya hidup ini.

Sumber: Goenardjoadi Goenawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar