06 Agustus 2009

ASESMEN KEBUTUHAN DAN PERENCANAAN PENDIDIKAN

FILOSOFI DAN LOGIKA ASESMEN

Kebutuhan, Pengukuran dan Evaluasi

Assessment dapat diartikan atau disamakan dengan dua aktivitas yang sangat berbeda yaitu:

  1. Pengumpulan informasi (Measurement)

  2. Penggunaan informasi untuk perbaikan individual dan institusional (Evaluasi)


Tujuan dan Nilai dari Pendidikan yang Lebih Tinggi

Nilai dari institusi disamakan dengan informasi tentang institusi itu sendiri dalam mengumpulkan dan memberikan perhatian. Ada tiga tujuan dasar yaitu:

(1) Pendidikan, (2) Penelitian serta layanan khusus, dan (3) Komunitas.


Pandangan Tradisional terhadap Suatu Keunggulan

Keunggulan sangatlah tergantung pada berbagai sumber-sumber yaitu: (1) Uang, (2) Fakultas yang memiliki kualitas tinggi, dan (3) Siswa dengan kualitas tinggi.


Pandangan Pengembangan Talenta terhadap Keunggulan

Ditentukan oleh kualitas dan kuantitas siswa serta pengembangan dan proses belajar fakultas. Kita melakukan assessment adalah untuk:

  1. Membantu kita memilih siswa kita sendiri (untuk tujuan yang tertentu)

  2. Meningkatkan keunggulan institusi (nilai yang digaris bawahi)


Asesmen Ruang Kelas

Tiga bentuk asesmen yang utama adalah ujian, asesmen proyek, serta penilaian. Penggunaan asesmen ruang kelas dapat menfasilitasi proses pengembangan talenta dengan memberikan pelayanan kepada siswa secara intensif untuk belajar. Alasan utama untuk mengases proyek asesmen dan untuk memberikan ujian ruang kelas yaitu untuk memberikan penilaian kepada siswa.


Bagaimana asesmen dapat Mempromosikan Pengembangan Talenta

  1. Lewat pengaruh-pengaruh langsung terhadap orang-orang yang belajar.

  2. Secara tidak langsung lewat pembaruan para pendidik.

MODEL KONSEPTUAL UNTUK ASESMEN

Penelitian yang terdahulu yang bersifat kritikal dalam mengajarkan kita tentang asesmen pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi yaitu:

  1. Hasil dari institusi atau program tidak benar-benar mengatakan pada kita tentang pengaruh pendidikan dan efektivitas pendidikan dalam mengem-bangkan talenta. Karena itu, hasil harus selalu dievaluasi.

  2. Hasil pengukuran seperti Ph.D dimana produktivitas tidak ditentukan oleh pengukuran input tunggal seperti kemampuan siswa.

  3. Pemahaman kita tentang proses pendidikan akan dibatasi jika kita kekurangan informasi pada lingkup pendidikan tinggi.

Seluruh evaluasi pendidikan adalah bersifat perbandingan dalam arti bahwa apapun yang dievaluasi dibandingkan dengan yang lain.


Model Input-Environment-Outcome (IEO)

Diprediksi berdasar asumsi bahwa prinsip yang berarti bahwa asesmen dapat digunakan untuk memperbaiki praktek pendidikan lewat pembaruan pendidikan tentang efektivitas perbandingan dari kebijakan pendidikan yang berbeda. Model IEO didisain secara khusus untuk menghasilkan informasi tentang hasil yang dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan yang berbeda.


PERENCANAAN SISTEMATIK UNTUK PERUBAHAN

Tujuan dari perencanaan yaitu untuk memberikan semacam jembatan atau penghubung antara pengetahuan yang berguna dengan tindakan penghubung yang memiliki tujuan. Perencanaan digunakan untuk mengumpulkan kontrol untuk masa depan lewat tindakan yang dilakukan. Pendapat para ahli tentang pengertian perencanaan antara lain:

  1. Fayol, mengatakan bahwa perencanaan adalah “rencana operasi” yang menyangkut objek dalam pandangan atau persiapan untuk masa depan.

  2. Luther Gulick, menjelaskan bahwa perencanaan bekerja di luar suatu outline yang harus diselesaikan demi pemenuhan tujuan.

  3. Edward Banfield, mengartikan perencanaan sebagai proses dimana seseorang memilih tindakan untuk mencapai hasil akhir yang baik.

Keuntungan dari Perencanaan

Hubungan antara pengetahuan dan tindakan berkembang secara baik ketika proses perencanaan dibangun secara langsung kedalam sistem manajemen. Russel Ackoff mengilustrasikan perencanaan yang didasarkan pada tahap:

  1. Akhir perencanaan, atau proses penentuan tujuan, objektifitas dan kebijakan

  2. Arti perencanaan, atau pemilihan metode yang sesuai.

  3. Sumber perencanaan yang, atau proses yang menyangkut pentingnya sumber (seperti bahan dasar, uang, kemampuan manusia, dan lain-lain).

  4. Perencanaan organisasi, atau proses yang mana kita membentuk dan memperbaiki hubungan mutu antara orang dan kelompok.


Kesimpulan Akhir yang Menyangkut Perencanaan:

  1. Perencanaan dibutuhkan jika organisasi mencapai hasil akhir yang diinginkan secara efisien dan efektif.

  2. Perencanaan mengurangi tekanan atau stress secara individu dan organisasi dengan melengkapi arahan dan meningkatkan kontrol pada event tertentu.

  3. Demi untuk menghimpun komitmen staf dan koordinasi, semua perencanaan organisasi membutuhkan model yang dikenal secara menyeluruh dan dimengerti oleh anggota organisasi.

  4. Usaha-usaha perencanaan harus dibagi strategi dan operasional.


STRATEGI DAN OPERASIONAL PERENCANAAN

  1. Strategi perencanaan, diartikan sebagai tindakan keputusan terhadap tujuan organisasi dalam linkup masa depan.

  2. Operasional perencanaan, adalah proses dimana administrator menjamin bahwa sumber-sumber sudah termasuk dan digunakan secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan tujuan strategi.

Strategi perencanaan melengkapi sistem sekolah dengan arah yang spesifik dan menjamin tindakan masa depan. Arahan ini diekspresikan dalam arti misi, tujuan, strategi, dan kebijakan yang berhubungan dengan hasil yang ingin dicapai dimasa yang akan datang. Strategi perencanaan dan pendanaan adalah sistem penuntun yang di atasnya perencanaan operasional dapat berdasar.

Kesimpulan Menyangkut Strategi dan Operasional Perencanaan:

  1. Proses perencanaan harus mengalir dari atas ke bawah, dengan manajemen kantor pusat dan dewan sekolah yang bertanggung jawab terhadap strategi perencanaan, dan staff, manajemen bangunan sekolah, serta manajemen ruang kelas yang bertanggung jawab untuk operasional perencanaan.

  2. Operasional perencanaan tidak boleh dibuat setelah komitmen yang menyangkut sumber dibuat. Proses pendanaan menentukan lingkup dan komitmen untuk tujuan strategi dan menentukan tingkat aktifitas operasional.

  3. Perencanaan yang efektif harus berada diluar strategi, keuangan, pertimbangan operasional untuk melingkupi komitmen dari mereka yang membuat perencanaan.

  4. Proses perencanaan yang sistematik memimpin pengetahuan dalam organisasi kedalam tindakan yang efektif, cordinated, yang mendukung untuk mengarahkan pada organisasi.

  5. Hal yang menjadi dasar keputusan di mana di atasnya sistematik perencanaan berada, yang menyangkut pentingnya tantangan yang melengkapi artikulasi umum dan dokumentasi.


TEORI PERENCANAAN

  1. Model Rasional-Komprehensif

adalah seperangkat metode yang didesain untuk mempersiapkan informasi yang mana keputusan berhubungan dengan hasil yang akan dicapai dimasa yang akan datang dan tindakan yang dibuat lewat deleberasi rasional.

  1. Model Disjointed-Incrementalist

sebagai perencanaan di mana program dipertimbangkan oleh setiap agensi perencanaan yang dibatasi terhadap kelompok yang tidak menyelesaikan tindakan.


Kesimpulan Akhir dari Teori Perencanaan

  1. Perencana rasional-komprehensif membuat pencarian informasi untuk memilih alternatif yang mungkin.

  2. Perencana disjointed-incrementalist membuat alternatif yang bisa dilengkapi.

  3. Model rasional-komprehensif memiliki kebaikan yang tidak dapat disangkal dari fokus pada perhatian terhadap beberapa bentuk yang membedakan sistem sekolah modern,secara khusus menyangkut tasionalitinya.

  4. Pendekatan yang terbaik adalah lebih moderate antara komprehensif dan rasionalis.


KONTEKS PERENCANAAN

Konteks pemerintahan mempengaruhi: (1) Sistem sekolah, (2) Struktur kepemimpinan dalam pendidikan, dan (3) Pengaruh sosial (Masyarakat). Hukum Statutoy melihat suatu masalah secara umum tidak berhubungan secara langsung dengan perencanaan. Hukum Administratif merupakan suatu kemungkinan dimana tidak ada daerah yang sah dan menimbulkan berbagai masalah karena adanya peraturan pemerintah. Prosedur Auditing menjadi kebutuhan untuk atentive bagi mereka yang membuat kriteria serta pengevaluasian program.

Bureaucracy sebagai suatu cara untuk membuat organisasi besar menjadi lebih efisien. Hal yang penting menyangkut penggunaan struktur bureacracy yaitu: (1) Memiliki karakteristik yang kaku, dan (2) Adanya adaptasi yang penting dalam sekolah untuk memungkinkan sifat profesional dari pendidikan.


Kesimpulan Akhir dari Konteks Perencanaan

  1. Perencanaan harus hati-hati terhadap pengaruh tekanan dari luar untuk perencanaan sekolah.

  2. Perencanaan tidak pernah memiliki nilai yang netral, tetapi dikembangkan dalam konteks nilai warga lokal dan federal serta tujuan program negara.

  3. Hukum statutory, baik penting dan yang berperan, regulasi adminitratifserta masalah hukum harus dipertimbangkan secara keseluruhan oleh perencana

  4. Perencana harus mempertimbangkan kekakuan dan profesionalisasi sistem bureacracy pendidikan yang cenderung melawan inovasi dari perencanaan.

  5. Sosio-ekonomi membangun populasi sekolah akan mempengaruhi tingkat dan jenis tindakan serta harapan orang tua yang diberikan kepada sekolah.

  6. Perencana harus mengerti sumber pendapatan untuk membuat projek yang akurat dan untuk mengakses penerimaan perencanaan terhadap populasi yang mendukung mereka.

KELOMPOK TERGABUNG DAN KOMUNIKASI

Proses komite diartikan sebagai sebuah pertemuan kelompok yang didalamnya semua tindakan komunikasi mengambil tempatsecara langsung antara anggota-anggota dengan kontrol minimal atau struktur formal (Delbecq). Proses typical dari pembuatan keputusan dalam kelompok integrasi adalah: (1) Kelompok diskusi yang terstruktur untuk melengkapi dan mengumpulkan ide dari partisipan, dan (2) Voting secara mayoritas pada prioritas.

Pertemuan dipertimbangkan, bersamaan dengan memo, untuk menjadi pengertian yang efektif dari komunikasi. Kolaborasi komite selalu dipengaruhi oleh faktor phiskologikal yang mewarnai pertimbangan yang berhati-hati terhadap masalah oleh anggota komite yang bervariasi.

Proses kelompok nominal adalah suatu ekstensi proses komite. Kelompok nominal adalah pertemuan kelompok yang terstruktur didalamnya individu bekerja tetapi tidak berinteraksi secara verbal untuk periode waktu tertentu.


Teknik Delphi

adalah suatu metode untuk solit, mengumpulkan, evaluasi, serta tabulasi sistematik yang bebas dan opini yang bebas tanpa kelompok diskusi (Tersine and Riggs). Tujuan pusat adalah untuk membatasi konfrontasi yang langsung dari suatu keahlian dan memungkinkan mereka untuk mencapai konsensus berdasar pada peningkatan informasi yang relevan. Partisipan dalam proses Delphi secara fisikal dibubarkan dan tidak bertemu secara muka dengan muka.

Tahapan dalam Prosedur Delphi

Delphi adalah seperangkat questionaire antara lain:

  1. Bertanya pada setiap responden untuk melengkapi beberapa input awal pada topik dibawah investigasi.

  2. Hal-hal yang berkembang dari respons pertama dan mempertanyakan pembenaran individu dalam rating prioritas untuk setiap hal.

  3. Melengkapi responden dengan beberapa fakta atau masukan dari respons kedua untuk setiap hal biasanya dalam bentuk mode atau media.

  4. Melengkapi setiap partisipan dengan data konsensus baru serta suatu rangkuman opini minoritas dan membutuhkan revisi terhadap respon.

Extensi Delphi

Extension yang mungkin atau modifikasi untuk teknik Delphi dibatasi hanya suatu kreativitas. Modifikasi dikenal sebagai sistem untuk evaluasi even dan review (SEER). Teknik SEER membantu untuk membuat Delphi lebih efesien dengan mengembangkan daftar awal event-event lewat interview prioritas terhadap permulaan proses Delphi.

Penelitian membuktikan bahwa teknik Delphi adalah efektif. Pertemuan komite, proses kelompok nominal, dan teknik Delphi adalah alat yang berguna dalam proses perencanaan.


PERENCANAAN TUGAS DAN KOORDINASI

Perencanaan tugas membangun sebuah unit kerja yang bersifat kontras terhadap operasi yang berkelanjutan. Pada intinya, perencanaan tugas dapat diartikan sebagai fungsi dari:

  1. Memilih tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

  2. Mengembangkan rencana pekerjaan atau jadwal dari semua pekerjaan yang diinginkan.

  3. Mengontrol demi untuk menjamin bahwa aktivitas bekerja dipenuhi sebagaimana jadwal dan tujuan dicapai.


Proses Perencanaan Tugas

Daftar aktivitas biasanya dimulai dengan penelitian tentang tujuan operasional untuk menentukan pendekatan, metode dan pekerjaan yang harus diselesaikan, dan penurunan projek kedalam aktivitas untuk tujuan penjadwalan.

Sumber yang Dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap aktifitas dapat diidentifikasikan berupa intelektual atau sumber ketrampilan .

Perkiraan Waktu dibuat orang untuk: (a) menentukan atau berkecimpung dengan aktivitas, (b) memiliki kemampuan dan keahlian, (c) secara langsung menjadi penasehat aktivitas, dan (d) lebih mengenal jenis aktivitas dan sangat berkualitas baik untuk membuat perkiraan dan kemudian menjalankannya. Perencanaan Kerja dan Proyek Perencanaan Kembali ketika masalah menjadi berkembang.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai pemilihan pada tindakan tertentu dari antara begitu banyaknya persaingan alternatif yang memungkinkan. Pengambilan keputusan adalah identifikasi dari satu alternatif yang kelihatannya menjadi sesuai dari antara alternatif lainnya. Nilai memainkan peran yang penting dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan yang sesuai adalah didasarkan pada kapasitas untuk mengakses kesenangan, untuk menukarkan keuntungan dan kerugian, dan untuk menentukan konsekuensi masa depan dari sistem nilai. Pembuat keputusan yang efektif dapat menanggulangi perbedaan opini dan ketidaksetujuan.

Adams, menyatakan konsep dasar pengambilan keputusan yang efektif:

  1. Perseptual, adalah rintangan yang mencegah mereka-mereka dalam menyelesaikan masalah, baik bagi mereka yang merasakan masalah itu sendiri maupun informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.

  2. Emosional, mencegah kita untuk dapat mengkomunikasikan ide kepada orang lain yang dapat berakibat pada penerimaan mereka terhadap ide tsb.

  3. Budaya dan lingkungan, membuat kita terikat kepada budaya dan lingkungan dalam pengambilan keputusan.

  4. Intelektual dan ekspresif, disebabkan oleh kurangnya kemampuan intelektual dan verbal.

Administrator secara tradisional menggambarkan kewenangan pengalaman personal dan alasan yang logis untuk menunjang mereka dalam membuat keputusan. Kewenangan adalah untuk mencari nasehat dari sumber yang ahli dan memiliki kekuatan.

Problem-solving adalah alat yang digunakan setiap waktu untuk mengubah sesuatu. Pengambilan keputusan sesungguhnya adalah langkah dalam proses problem-solving, tetapi adalah langkah penting yang membutuhkan langkah lain untuk mencapai efektivitas. Tahapan dalam Problem-Solving:

  1. Menetukan situasi suatu masalah menyangkut putusan yang akan dibuat.

  2. Menyertakan peneliti untuk mencarai solusi alternatif.

  3. Konsekuensi dari alternatif memberikan konteks organisasi yang dieksport dan dievaluasi.

Proses Pengambilan Keputusan

adalah tahap yang paling dramatik dari problem-solving karena merupakan inti dari usaha pengambilan keputusan. Kemungkinannya, metode yang paling umum untuk melakukannya adalah dengan berpikir dan berkata tentang alternatif solusi sampai mereka merasakan pada yang ada di pikirannya.


Langkah-langkah dalam DTA (Decision Tree Analysis)

  1. Mengorganisasikan anatomi masalah dalam istilah diagram decision tree

  2. Mengevaluasi konsekuensi pada percabangan terminal

  3. Menandai kemungkinan untuk percabangan pohon

  4. Menentukan strategi optimal


KONSEP DAN APLIKASI NEEDS ASSESSMENT

Need Assessment, adalah alat untuk perubahan konstruktif dan positif tidak berubah biasanya diarahkan oleh kontroversi. Needs Assessment dikenal sebagai proses formal yang menentukan gap antara hasil sekarang dan hasil yang diinginkan. Need artinya gap antara hasil sekarang dan hasil yang diinginkan.

Sifat gap adalah bersifat kritikal. Needs assessment adalah penting untuk memiliki masalah yang tepat untuk resolusi dan akan melengkapi informasi yang penting dalam menentukan intervensi yang sesuai. “Ends” adalah hasil akhir, akibat produk yang terjadi ketika kita selesai dengan penerapan semua teknik, interverensi atau strategi. “Means” adalah alat dan prosedur, solusi dan bagaimana melakukan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir yang diinginkan. Means dan Ends adalah beda dan saling berhubungan.

Perencanaan menjadi aktifitas yang bersifat kritikal dimana: (a) means dan ends dibedakan, (b) penuntun diberikan untuk administrator, pendidikan dan umum yang mengidentifikasi masalah serta bagaimana satu solusi dipilih untuk menyesuaikan keabsahan dan masalah yang berguna.

Conventional Wisdom biasanya dimulai dengan ujian dimana penentuan gap oleh pengujian outcome. Perencanaan menyatakan bahwa suatu aset adalah sah hanya pada tingkat di mana ia mengasses urusan kita. Pendekatan sistem adalah bersifat pragmatik.

Kesimpulan Akhir

  1. Pendidikan adalah means to end.

  2. Belajar dan siswa dapat menjadi begitu menarik, vital dan berguna.

  3. Kegagalan dalam pendidikan berguna untuk memilih metode tanpa mempertimbangkan secara berhati-hati hasil, outcome dari pendidikan.

  4. Pendidikan berkomitmen untuk belajar dan berkomitmen untuk siswa.

  5. Ada perbedaan yang kritikal, vital serta berguna antara means dan ends, antar prosedur dan teknik yang dapat digunakan.

  6. Kebanyakan orang merasa bingung dengan means dan ends dan cenderung untuk memilih means tanpa dokumentasi dan menentukan ends.

  7. Perencanaan yang tetap membedakan means dan ends.

  8. Menemukan gaps antara hasil akhir saat ini dan yang diinginkan.

  9. Proses formal untuk menuai outcome gap, menempatkan gap dalam order prioritas serta memilih kebutuhan serta prioritas tindakan yang tinggi yang disebut dengan needs assessment.

  10. Dengan needs assessment dan proses perencanaan kita dapat menjadi begitu beralasan untuk ends dan means.

  11. Proses yang menunjukkan pertimbangan untuk setiap siswa bertumbuh, belajar dan mencapai tujuan yang diinginkan adalah bersifat manusiawi.

  12. Outcome dapat dinilai oleh orang-orang yang tergabung dalam pendidikan atau mereka dapat dinilai hanya oleh pendidik.

  13. Nilai adalah bersifat predisposisi.


Perencanaan dan Pelaksanaan (Suatu Pendekatan Sistem)

Ada enam langkah yang tergabung di dalamnya yaitu:

  1. Menentukan masalah berdasarkan pada kebutuhan.

  2. Menentukan solusi yang dibutuhkan dan mengidentifikasi alternatif solusi.

  3. Memilih strategi solusi dari antara alternatif yang ada.

  4. Pemilihan dilakukan berdasar pada kemungkinan terbesar, baik secara individual dan dalam interaksi dengan yang lain.

  5. Mengimplementasikan metode dan mean yang terpilih.

  6. Menentukan performance efektivitas.

Kesimpulan untuk Akhir Needs Assessment

  1. Setiap needs assessment adalah analisis gap.

  2. Perencanaan dapat dimulai pada setiap tahap dari model pendekatan sistem.

  3. Adanya taxonomi yang mungkin dari needs assessment yang berhubungan dengan keenam tahap pendekatan sistem.


PERENCANAAN JANGKA PANJANG DAN JANGKA PENDEK UNTUK ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Secara teori, siswa belajar dengan mengikuti peraturan sebagai berikut:

(1) Sebagai cara untuk membantu menghasilkan anggota masyarakat yang produktif. (2) Sebagai means untuk menghimpun pengertian yang lebih baik dari orang-orang dan dunia sekitar mereka. (3) Sebagai means untuk mengingkatkan literacy. (4) Sebagai proses untuk menginkulasi kepercayaan politikal negara.


Menemukan dan Mencirikan Perencanaan

  1. Mempertahankan perencanaan tersebut harus dalam jangka waktu yang lama dan cepat.

  2. Berhubungan dengan strategi yang bersifat komprehensif serta sistematik.

  3. Berarti bahwa tampilan gaps harus dibatasi.

  4. Mempertahankan variabel internal dan eksternal yang dapat memperngaruhi pengambilan keputusan.

  5. Mengetahui bahwa proses tidaklah lengkap jika tidak termasuk dalam metode sistematik untuk mengevalausi performans yang berakibat pada tujuan yang ditetapkan.

  6. Adalah merupakan proses yang berkelanjutan.

  7. Berbeda dari forecasting.

  8. Menyatakan bahwa area yang penting dari organisasi sekolah ditunjukkan.

  9. Melihat kelebihan sebagai variabel internal dan kesempatan sebagai variabel eksternal yang dapat memperngaruhi perencanaan secara positif.

  10. Berarti bahwa perencanaan problem-solving harus mengambil bagian sebelum strategi dan perencanaan operasional.


Penuntun untuk Perencanaan yang Efektif

  1. Membuat data base yang cukup dan tertentu yang memungkinkan untuk merumuskan perencanaan.

  2. Tetap dengan proses perencanaan sesederhana mungkin.

  3. Mempertahankan fleksibilitas dalam proses perencanaan.

  4. Mendesain koordinator perencanaan.

  5. Tetap mempertahankan kertas kerja menjadi minimum.

  6. Membuat perencaan menjadi proses yang terkoordinasi dengan baik.

  7. Mempertahankan informasi data base yang terbaru.

  8. Mengarahkan pertemuan perencanaan di luar sekolah.

  9. Mengimplementasikan perencanaan dengan mode humanistik.


Unit Perencanaan

Ada dua unit perencanaan yang menjadi dasar dari organisasi sekolah yaitu:

  1. Unit perencanaan pusat, yang bersifat incorporate dengan smua anggota dari staff administrasi pusat.

  2. Unit perencanaan sekolah, termasuk semua tahapan atau jenajng sekolah.


MENGARAHKAN ANALISIS KRITIKAL DARI SEKOLAH

Analisis kritikal adalah proses mengumpulkan, mengorganisasikan, mengasses dan mengsintesis informasi masa lampau, sekarang dan akan datang untuk melengkapi fondasi dalam rangka mempersiapkan, mengimplementasi dan mengevaluasi perencanaan jangka panjang dan pendek. Cirinya adalah:

  1. Cenderung untuk fokus pada semua faktor kritikal dari sekolah.

  2. Area kunci hasil yang utama ditetapkan dan jelas.

  3. Fokus pada kelebihan dan kelemahan utama, kesempatan dan masalah.

  4. Cenderung untuk fokus pada lingkungan internal sekolah.

  5. Forecasting adalah komponen penting dari proses perencanaan.

  6. Laporan cenderung untuk terdiri dari 50 lembar.

  7. Laporan terakhir cenderung untuk menyangkut hanya infromasi yang penting untuk membuat perencanaan keputusan.


MEMBENTUK SISTEM PENUNTUN UNTUK PERENCANAAN STRATEGI

Jaringan kerja tujuan harus responsif pada empat tingkatan, yaitu individu, sekolah, komunitas dan sistem pendidikan negara.

Tujuan Pendidikan

  1. Biasanya merupakan rangkaian yang menyangkut semua elemen komunitas sekolah seperti guru, administrator, orang tua dan warga negara.

  2. Waktu cenderung untuk tidak dibatasi.

  3. Biasanya diperuntukan dalam area hasil program instruksional, layanan dan penerimaan serta pertumbuhan siswa.

  4. Berdasar pada premis bahwa perbaikan program instruksional diperlukan untuk memperbaiki efektivitas dari system sekolah.

  5. Aspek yang termasuk dalam komunitas membangun tujuan.

  6. Pada suatu waktu, komersial dihaslkan dan diadopsi oleh pendidikan luar.

  7. Pada suatu waktu, cenderung untuk berorientasi pada aktivitas.

  8. Menetapkan penuntun untuk mencapai hasil performansi.

Tujuan Jangka Panjang

  1. Biasanya termasuk personel sekolah.

  2. Ditetapkan untuk periode 3, 5 atau 10 tahun.

  3. Biasanya ditetapkan untuk menyangkut semua area hasil kunci yang utama.

  4. Berdasar pada premis yang mana perbaikan harus dibuat dalam area kritikal dari organisasi sekolah.

  5. Dapat dibentuk dalam jumlah waktu yang minimum.

  6. Tidak pernah dihasilkan secara komersial.

  7. Biasanya dibentuk dan digunakan untuk mengurangi pengaruh efek aktivitas.

  8. Diatur untuk mencapai tujuan pendidikan pada misi dari sekolah.


MEMPERSIAPKAN ASUMSI PERENCANAAN

Mempersiapkan asumsi perencanaan adalah prediksi kegiatan dan kondisi yang biasanya untuk mempengaruhi performance individual, departement, dan sekolah secara keseluruhan. Asumsi tersebut berhubunagn dengan apa yang dilihat pada waktu yang akan datang. Tujuan dari asumsi perencanaan adalah:

  1. Membantu administrator.

  2. Mengarahkan unit administrator perencanaan pusat untuk datang pada beberapa kesimpulan sekolah.

  3. Melindungi unit perencanaan.

  4. Mengizinkan proses perencanaan untuk dimulai dan berkembang.

  5. Melayani sebagai kelanjutan cek pada validitas perencanaan.

  6. Melayaani sebagai kelanjutan dari cekpoint untuk revisi yang munghkin terhadap perencanaan.

  7. Mengarahkan dan menyederhanakan proses perencanaan.

  8. Melengkapi tujuan jangka panjang yang lebih berarti.


Tipe Asumsi Perencanaan

  1. Asumsi perencanaan nonkontrol. Asumsi ini berhubungan dengan faktor atau variabel yang terjadi diluar lingkungan sekolah.

  2. Asumsi perencanaan semikontrol, adalah faktor dalam lingkungan sekolah.

  3. Asumsi perencanaan kontrol. Asumsi ini adalah variabel dalam lingkungan sekolah yang memiliki hubungan yang kuat dengan kontrol.

Asumsi perencanaan yang berorientasi pada waktu dan dibagi menjadi:

(1) Asumsi jangka panjang, lebih meluas prediksi overall mempengaruhi sekolah secara keseluruhan dan (2) Asumsi jangka pendek, diterapkan pada suatu pengkhususan terhadap unit administarator dari perencanaan individual.

Asumsi perencanaan dapat dibagi menjadi: asumsi perencanaan kualitatif yang menggunakan metode Delphi, asumsi perencanaan kuantitatif yang menggunakan metode ETE (estimate talk estimate), dan asumsi perencanaan kualitatif-kuantitatif yang menggunakan metode matematikal.


MEMILIH STRATEGI PROGRAM

Strategi adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana organisasi sekolah cenderung untuk menggunakan sumber dan ketrampilan untuk mengkapitalisasikan kekuatan, memperbaiki kelemahannya, dan merubahnya ke dalam kesempatan untuk perbaikan proses pendidikan. Strategi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Taktik untuk mencapai tujuan jangka pendek.

Tipe Strategi Perencanaan

  1. Strategi keuangan yang harus menyangkut area seperti penjualan atau disposisi dari gedung.

  2. Strategi personil yang harus menyangkut hubungan persatuan, performance, training dan pengembangan.

  3. Strategi analisa harus mencakup sentralisasi dan desentralisasi, dan kesempatan kerja struktur organisasi.

  4. Strategi siswa yang harus menyangkut intelektual dan pertumbuhan sosial.

  5. Strategi inovatif yang termasuk material instruksional yang baru, dan teknik mengajar yang baru.

  6. Strategi komunitas yang menyangkut hubungan publik, marketing, dan posisi sekolah dalam kebijakan publik.

  7. Strategi program instruksional yang menyangkut servis instruksional, revisi program dan modifikasi, evaluasi program dantantangan program.


NEEDS ASSESSING DALAM PROGRAM PENDIDIKAN DAN SOSIAL

Needs assessment adalah analisis formal yang menunjukkan dan mendokumen-tasikan gaps antara akibat sekarang dan akibat yang diinginkan. Menurut Kaufman and English, internal needs assessment adalah gap analisis yang memungkinkan investigasi dan determinasi need agar lebih rinci terhadap lingkup sponsoring organisasi terhadap asesmen. External needs assessment adalah gap analisis yang membutuhkan dasar yang membawahi perencanaan dan pencapaian untuk masa yang akan datang. Fokus dari asesmen adalah individual dan organisasi.

Pemilihan Akan Pendekatan Needs Assessment

Pilihan model, prosedur dan instrumen harus diarahkan oleh tujuan dan konteks assessmen dan putusan yang dibuat berdasar pada dasar penemuan atau hasil. Ada sembilan model putusan antara lain: (1) model putusan layanan manusia, (2) model putusan pendidikan, (3) model elemen organisasional, model pelatihan multicomponen, (4) model bidang analisis, (5) model komunitas perguruan, (6) model ekologikal, (7) model needs assessment dengan orientasi komunitas, (8) model komunitas youth assessment, dan (9) model cyclical.

SURVEI METHOD: KUESIONER DAN WAWANCARA

  1. Hal yang membuat kuesioner diperlukan: (a) identifikasi target dari asesmen, (b) identifikasi kelas responden, (c) kontent skala opini, dan (d) skala sumber.

  2. Format respons untuk kuestioner yang tertulis biasanya menggunakan skala kategori yang memiliki angka ekstra dan dapat berdiam dengan deskriptor pada setiap point atau hanya pada hasil akhir.

  3. Dua pertimbangan ketika mengambil keputusan adalah apakah menggunakan interview pada waktu yang sudah dijadwalkan dan mengarahkan serta melatih mereka dalam tujuan dan standarisasi.

  4. Interview dapat menjadi terstruktur atau open-ended. Format yang terstruktur biasanya menyangkut daftar pertanyaan yang spesifik dari kenyataan atau opini yang dapat dijawab dengan ya atau tidak atau dengan pilihan ganda.

  5. Interview open-ended, biasanya digunakan dalam tahap awal dari needs assessment untuk mengidentifikasi keperluan secara meluas untuk eksplorasi.

  6. Interview fokus kelompok yang telah digunakan secara sukses dalam penelitian pasar untuk mengekspose opini publik untuk desain produk baru adalah alternatif untuk interview individu dalam mengumpulkan informasi.


Indikator sosial adalah demografik dan data statistikal yang mengidetifikasi ukuran dan karakter kelompok populasi dengan kebutuhan tertentu, gejala kebutuhan dan lingkup masalah. Sosial indikator ini dapat menunjukkan apa yang dibutuhkan. Mereka juga bermanfaat untuk membangunan data base dari sumber yang ada untuk mengarahkan survei atau menggunakan metode lain dalam pengumpulan data.


Proses Kelompok: Public Hearing, Forum dan Kelompok Kecil

Public hearing dan forum adalah pertemuan terbuka yang mana publik diundang dan orang-orang diminta untuk memberikan testimony tentang kebutuhan daerah.

Proses kelompok kecil, untuk needs assessment yang dapat digunakan dengan forum komunitas menggunakan pertemuan yang terstruktur atau semistruktur. Kelompok diskusi, bahasan kelompok problem-solving dapat digunakan dalam setiap tahap needs assessment. Kreatif thinking dapat dibangun lewat penggunaan brainstorming, lateral thinking dan metode lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar