10 Mei 2009

STRATEGIC LEADERSHIP

Ch12-3. Kepemimpinan strategik meliputi:

  • Abilitas (ability) untuk mengantisipasi, memimpikan/ membayangkan, memeliharan fleksibilitas dan memberdayakan yang lain untuk menciptakan perubahan strategik.

  • Kerja multi-fungsi yang melibatkan pengerjaan melalui pihak-pihak lain.

  • Konsiderasi / pertimbangan keseluruhan perusahaan lebih dipentingkan daripada hanya suatu sub satuan.

  • Sebuah kerangka manajerial berdasarkan atas referensi atau rekomendasi.

Strategic Leadership and the Strategic Management Process

Ch12-4. Ada pertautan antara prosess manajemen strategik dengan kepemimpinan strategik.

  • Efketifitas kepemimpinan strategik merupakan bentuk-bentuk formulasi atas maksud strategik (strategic intent) dan misi strategik (strategic mission). Keduanya mempengaruhi kesuksesan tindakan-tindakan strategik (successful strategic actions). Kesuksesan tindakan-tindakan strategik para pemimpin strategik diwujudkan dalam kesuksesan (1) merumuskan / memformulasikan strategi-strategi (formulation of strategies), dan (2) mengimplementasikan strategi-strategi (implementation of strategies).

  • Kesuksesan formulasi strategi-strategi dan pelaksanaannya para pemimpin strategik dapat diwujudkan dalam hasil-hasil (outcomes) yaitu bergantung pada persaingan strategik dan hasil-hasil (returns) di atas rata-rata. Jelasnya, lihat gambar berikut.




Efektifitas Kepemimpian Strategik








Maksud Strategik

(Strategik Intent)

Dan

Misi Strategik

(Strategic Mission)



Mempengaruhi (influence)





Kesuksesan Tindakan Strategik

(Successfull StrategicActions)





Formulasi Strategi-Strategi

(Formulation of Strategies)


Implementasi Strategi-Strategi

(Implementation of Strategies )







Persaingan Strategik dan hasil di atas rata-rata

(Strategic Competitive to pursue above average returns)

Factors Affecting Managerial Discrestion

Ch12-5. Ada dua faktor yang mempengaruhi diskresi manajerial, yaitu:

  1. Lingkungan eksternal meliputi: struktur industri, tingkat pertumbuhan pasar dan tipe persaingan, kendala-kendala politis / hukum, dan diferensiasi produk.

  2. Kakarteristik-karakteristik keorganisasional yaitu meliputi: ukuran dan usia organisasi, budaya, sumber yang tersedia (resource availability), dan interkasi pekerja.

Diskresi managerial mempengaruhi karakteristik-karakteristik manajer. Pengaruh diskresi manajerial terhadap karakteristik-karakteristik manajer dapat dicerminkan pada: toleransi bagi kemenduaan (tolerance for ambiguity), komitmen kepada perusahaan, keahlian-keahlian interpersonal, tingkat aspirasi, dan kepercayaan diri.

Top Management Teams

Ch12-5. Tim-tim manajemen puncak mempunyai ciri sebagai berikut:

  • Tim-tim manajemen puncak adalah terdiri atas para manajer kunci yang bertanggung jawab merumuskan dan melaksanakan strategi-strategi organisasi.

  • Suatu tim manajemen puncak beraneka-ragam dengan berbagai kepiawian (expertise) dan pengetahuan yang tergambar pada perpektif berganda ketika mengevaluasi alternatif strategi dan membangun konsensus.

  • Suatu tim manajemen puncak juga harus dapat mempfungsikan diri secara efektif sebagai suatu tim dalam aturan untuk melaksanakan strategi-strategi. Suatu tim yang beraneka-ragam membuat tim tersebut menjadi lebih sulit.

Strategic Leadership

Ch12-7. Kepemimpinan Strategik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Para CEO dapat memperoleh keuntungan begitu besar kekuasaan yang mereka secara kebajikan bebas atas pandangan (oversight) oleh dewan direktur (Board of Directors).

  • Kekhususan ini yang sesungguhnya ketika CEO adalah juga ketua (chairman) atas dewan direktur.

  • Masa jabatan (tenure) CEOs juga dapat mempunyai (wield) kekuasaan substansial.

  • Bentuk yang sangat efektif atas andil penguasaan kekuasaan dan pengaruh di antara CEO dan dewan direktur.

Managerial Labor Market

Ch12-8. Pasar tenaga kerja manajerial mempunyai ciri-ciri dan tipe-tipe sebagai berikut:

  • Tenaga kerja internal yaitu terdiri atas alternatif-alternatif jalur karir yang terdeia untuk para manajer suatu perusahaan.

  • Penyeleksian para kandidat internal bagi posisi-posisi manajemen membantu untuk membangun pada pengetahuan spesifik – yang dapat dinilai perusahaan.

  • Pasar tenaga kerja eksternal terdiri atas sekumpulan / kolektifitas atas peluang-peluang karir bagi para manajer di luar perusahaan mereka.

  • Penyeleksian seorang manajer dari luar (outsider) biasanya membawa pandangan-pandangan yang segar (fresh insights) dan bisa memberikan tenaga / energi kepada perusahaan dengan ide-ide inovasi baru.

Effects of CEO Succession and Top Management Team Composition on Strategy

Ch12-12. Pengaruh-pengaruh atas kesuksesan CEO dan komposisi tim manajemen puncak pada strategi dapat ditarik hubungan sebagai berikut.

  • Keberhasilan strategi bertahan (Stable Strategy) bergantung pada kesuksesan CEO internal dan keserbasamaan (homogeneous) komposisi tim manajemen puncak.

  • Keberhasilan strategi mendua: kemungkinan perubahan dalam tim manajemen puncak dan strategi (ambiguous: possible change in top management team and strategy) bergantung pada kesuksesan CEO eksternal dan keserbasamaan (homogeneous) komposisi tim manajemen puncak.

  • Keberhasilan strategi bertahan dengan inovasi (stable strategy with innovation) bergantung pada kesuksesan CEO internal dan keterbedaan (heterogeneous) komposisi tim manajemen puncak.

  • Keberhasilan strategi perubahan (strategic change) bergantung pada kesuksesan CEO eksternal dan keterbedaan (heterogeneous) komposisi tim manajemen puncak.

Exercise of Effective Leadership

Ch12-13. Efektivitas kepemimpinan strategik bergantung pada:

  1. Penentuan arah strategi (determining strategic direction)

  2. Pengeskploitasian dan pemeliharaan kompetensi-kompetensi ini (exploiting and maintaining core competencies)

  3. Pengembangan modal insani (developing human capital)

  4. Penyokongan / pendukungan / pertahanan suatu budaya keorganisasian yang efektif (sustaining an effective organizational culture)

  5. Penekanan praktik-praktik etis (emphasizing ethical practices)

  6. Pemantapan pengendalian keorganisasian yang seimbang (establishing balanced organizational controls)

Determining Strategic Direction

Ch12-14. Penentuan arah strategik mempunyai arti dan ciri berikut.

  • Penentuan arah srtategi berarti pengembangan jangka-panjang visi atas maksud strategik (strategic intent) perusahaan.

  • Seorang pemimpin kharismatik dapat membantu mencapai maksud strategik.

  • Hal ini penting agar tidak kehilangan pandang atas kekuatan-kekuatan organisasi ketika membuat perubahan-perubahan yang dibutuhkan oleh suatu arah strategik baru.

  • Para eksikutif mesti menstruktur perusahaan secara efektif untuk membantu mencapai visi.

Exploiting and Maintaining Core Competencies

Ch12-15. Pengeksploitasian dan pemeliharaan kompetensi-kompetensi inti suatu organisasi menyangkut bahwa:

  • Keompetensi-kompetensi inti adalah sumber-sumber dan kapabilitas-kapabilitas / kecakapan-kecapan yang melayani sebagai suatu sumber atas keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan yang melampaui para rivalnya.

  • Para pemimpin strategik mesti memverifikasi / memeriksa kompenetnsi-kompetensi perusahaan yang ditekankan dalam usaha-usaha implementasi strategi.

  • Dalam banyak perusahaan besar, dan satu secara pasti yang terdifersifikasi berhubungan (related diversified), kompetensi-kompetensi inti yaitu dieksploitisasi secara efektif ketika merekatelah membangun dan menerapkan (applied) lintas satuan-satuan keorganisasian yang berbeda.

  • Kompetensi-komptensi inti tidak dapat daibangun atau dieksploitasi secara efektif tanpa mengembangkan kapabilitas-kapabilitas atas modal insani.

Developing Human Capital

Ch12-16. Arti dan ciri pengembangan modal insansi sebagai berikut.

  • Modal insani merujuk kepada pengetahuan dan keahlian-keahlian atas diri seluruh /segala yang ada pada tenaga kerja (intire workforce).

  • Para pekerja yaitu dipandang sebagai suatu sumber modal yang merupakan kebutuhan-kebutuhan investasi.

  • Tak ada strategi yang menjadi efektif tanpa mereka dapat mengembangkan dan menguasai (retain) orang yang bagus untuk mencapai tujuan strategi tersebut.

  • Pengembangan dan manajemen yang efektif atas modal insani perusahaan bisa menjadi penentu utama atas abilitas / kemampuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi-strategi secara sukses.

Sustaining an Effective Organizational Culture

Ch12-17. Pertahanan atau pendukungan suatu budaya keorganisasian yang efektif mempunyai ciri-ciri berikut

  • Suatu budaya keorganisasian terdiri atas suatu set / rangkaian yang kompleks atas idiologi-idiologi, simbol-simbol, dan nilai-nilai inti yang disumbangkan (shared) melalui perusahaan dan mempengaruhi caranya memimpin / tingkah laku bisnis.

  • Pembentukan budaya perusahaan adalah suatu tugas sentral atas kepemimpinan strategik yang efektif.

Changing Culture and Reengineering

Ch12-18. Ada pertautan antara perubahan budaya dan perekayasaan. Manfat-manfaat atas perekayasaan bisnis yaitu dimaksimumkan ketika para pekerja percaya bahwa:

  • Setiap pekerjaan di dalam perusahaan adalah esensial dan penting.

  • Semua pekerja mesti menciptakan nilai melalui kerja mereka.

  • Pembelajaran / pengalaman konstan adalah suatu bagian yang vital atas pekerjaan seseorang.

  • Tim kerja adalah esensial untuk implementasi yang sukses.

  • Masalah-masalah dapat dipecahkan ketika tim-tim menerima tanggungjawab bagi suatu solusi.

Emphasizing Ethical Practices

Ch12-19. Praktik-praktik etis perlu dikembangkan dalam suatu perusahaan agar sukses melaksanakan strategi-strategi bisnis. Penekanan praktik-praktik etis menyangkut perihal:

  • Praktik-praktik etis / pantas meningkatkan keefektifan atas proses-proses implementasi strategi.

  • Perusahaan-perusahaan yang etis mendorong dan memungkinkan (enable) orang pada semua tingkat keorganisasian untuk melatih (to exercise) berpendapat etis (ethical judgment).

  • Untuk secara tepat (to properly) mempengaruhi pendapat dan perilaku pekerja, praktik-praktik etis mesti membentuk proses pengambilan kpeutusan perusahaan dan menjadikan bagian integral atas budaya organisasi.

  • Para pemimpin merangkai / melengkapi (set) suasana (tone) bagi penciptaan suatu lingkungan atas saling menghargai, kejujuran, dan praktik-praktik etis di antara para pekerja.

Establishing Balanced Organizational Controls

Ch12-20. Pemantapan pengendalian keorganisasian yang seimbang perlu dilakukan karena ia mempunyai ciri-ciri berikut.

  • Pengendlian keorganisasian di dalamnya menyediakan parameter-parameter yaitu strategi-strategi yang diimplementasikan dan diambil tindakan-tindakan korektif.

  • Pengendalian finansial biasanya ditekankan dalam perusahaan-perusahaan besar dan berfokus pada keluaran-keluaran finansial (financial outcomes) jangka-pendek.

  • Pengendalian strategik berfokus pada isi (content) atas tindakan-tindakan strategik daripada keluaran-keluaran (outcomes)

  • Kesuksesan para pemimpin strategik menyeimbangkan pengendalian strategik dan pengendalian finansial (mereka tidak memisahkan pengendalian / mengeliminasi finansial) dengan maksud (the intent) atas pencapaian hasil-hasil (returns) jangka-panjang yang lebih positif.

1 komentar: